PALLADIUM | BENGKULU

PALLADIUM | BENGKULU


Mengintip Atmosfer di Balik Panggung Pertunjukan" The Sound of Music"

PEMENTASAN" The Sound of Music" yang dipersembahkan Andrew Lloyd Weber serta David Ian lewat West End Musical Theater, London Palladium bersama Sorak Gemilang Entertainment muncul buat awal kalinya di Jakarta mulai 6 Oktober sampai 18 Oktober 2015 di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta.

Dengan pertunjukan kelas dunia semacam ini, pastinya diperlukan persiapan optimal dalam memperkenalkan tiap detil di atas panggung. Ini tidak lepas dari para pemain, kostum, latar panggung, tata sinar serta bermacam detil yang lain.

Kami juga memperoleh peluang melaksanakan touring backstage, Selasa( 6/ 10) buat memandang atmosfer serta persiapan yang terjalin di balik panggung pertunjukan" The Sound of Music".

Persiapan yang diperlukan juga luar biasa mengingat banyaknya properti yang diboyong dari Inggris.

Diungkapkan Guy Ongley, Technical Stage Director diperlukan 10 container buat bawa properti ke Indonesia serta 3 hari buat mempersiapkan set panggung sampai kesimpulannya bisa digunakan buat pertunjukan.

Baginya salah satu kesusahan dalam persiapan ialah proses pemindahan properti berdimensi besar dari satu tempat ke posisi panggung.

Tidak hanya itu, wujud panggung teater yang berbeda dari satu negeri ke negeri yang lain spesialnya bila dibanding antara teater di Asia serta Inggris. Perbandingan ini terletak pada sekat yang membagi panggung dimana bisa diisi oleh zona penampilan, latar dan lampu. Tetapi dipaparkan penyesuaian senantiasa bisa dicoba buat membagikan hasil yang terbaik.

Tidak semacam yang diperkirakan, zona backstage nyatanya tidak megah maupun luas dari segi dimensi. Malah terbilang simpel buat suatu pertunjukan megah semacam ini.

Tetapi dikala memandang sekitar, nampak jelas betapa banyaknya detil, kerja kerasa serta persiapan yang diperlukan dalam memenuhi totalitas pertunjukan.

Posisi di balik panggung dipadati bermacam elemen serta detil berarti yang dibutuhkan sepanjang pertunjukan. Mulai dari segala tipe properti yang diperlukan di atas panggung. Setelah itu, lemari berisikan kostum pemain yang tersusun apik cocok urutan serta nama, rack berisikan properti para pemain dan laci kayu yang dipadati bermacam tipe perlengkapan.

Kemudian terdapat zona pengaturan visual, audio serta pusat pengaturan utama yang bertugas mengatur apa yang terjalin di atas panggung cocok skrip yang telah terdapat. Dan satu meja yang berisi segala microphone para pemain yang berjejer apik, tiap- tiap dengan nama pemain tertera di atasnya.

Terdapat juga dinding terbuka dilengkapi mikrofon yang digunakan buat menolong mengisi suara vokal secara live. Ini diperuntukan buat menolong memenuhi suara dikala para pemeran bernyanyi mengantarkan suatu lagu yang memerlukan suara bonus. Alasannya segala vokal serta musik dalam pertunjukan The Sound of Music didatangkan secara live.

Sesuatu pengalaman yang menarik memandang sekilas proses yang diperlukan buat menyuguhkan pertunjukan The Sound of Music semacam yang kesimpulannya disaksikan dari bangku pemirsa.

Tepuk tangan serta apresiasi sepatutnya tidak cuma diberikan kepada para pemain di atas panggung tetapi pula orang- orang yang berjasa di balik layar penciptaan spektakuler ini.



JUAL CINCIN DISINI :
https://bengkelcincin.com/

Untuk pemesanan, hubungi kami melalui kontak yang tersedia berikut:

Chat WhatsApp Kirim SMS Telpon

Komentar (0)